BLOG

discovery call TDR FILMS — client conversation production house Bali

THE FIRST CALL: WHAT WE ACTUALLY LEARN IN A DISCOVERY CONVERSATION

The discovery call at TDR FILMS is not a sales pitch. Most clients who have worked with other production houses before arrive expecting one. They expect to hear about our reel, our equipment, our day rates, and our availability. Instead, we ask questions. A lot of them. And we listen to the answers more carefully than most people expect.

Setup pencahayaan video makanan dengan softbox - TDR FILMS

Cara Mengatur Pencahayaan untuk Video Makanan Supaya Menggugah Selera

Oleh Yudi Suarbawa / 4 Minutes Read Tim TDR FILMS selalu mengatur pencahayaan video makanan sebelum menyentuh setting kamera. Kamera mahal sekalipun nggak bisa nutupin pencahayaan yang buruk. Sebaliknya, pencahayaan yang tepat bisa bikin kamera HP terlihat seperti hasil kamera profesional. Artikel ini membahas cara mengatur pencahayaan video makanan, dari natural light sampai teknik backlight. Tim kami mendasarkan tips ini pada pengalaman syuting langsung di dapur dan ruang makan klien. KENAPA PENCAHAYAAN VIDEO MAKANAN LEBIH PENTING DARI KAMERA MAHAL Pencahayaan video makanan menentukan warna, tekstur, dan mood secara keseluruhan. Kamera mahal cuma menangkap apa yang ada di depannya. Kalau cahayanya buruk, sensor sebagus apa pun tetap menghasilkan gambar yang flat dan kusam. Sebaliknya, HP dengan pencahayaan yang tepat bisa menghasilkan video yang terlihat jauh lebih mahal. Pernah lihat video makanan yang warnanya pucat meski syuting pakai kamera flagship? Selain itu, biasanya itu karena tim produksinya nggak mengatur pencahayaan dengan benar, bukan karena kameranya kurang bagus. NATURAL LIGHT VS LIGHTING ARTIFISIAL: KAPAN PAKAI YANG MANA Natural light dari jendela besar sering jadi pilihan favorit videografer makanan. Cahayanya lembut dan warnanya natural, tanpa perlu banyak alat tambahan. Namun, natural light nggak selalu bisa kamu andalkan, apalagi untuk syuting malam hari atau resto indoor tanpa jendela besar. Di situasi seperti ini, lighting artifisial seperti LED panel jadi solusi paling praktis. Colborlight membahas perbandingan natural light dan artificial light lebih detail dalam panduan lighting video makanan mereka. Waktu terbaik untuk manfaatkan natural light biasanya pagi atau sore hari, saat cahaya matahari tidak terlalu keras. Sementara itu, siang hari dengan matahari tepat di atas kepala justru sering menghasilkan shadow yang terlalu tajam. KENAPA LAMPU TUNGSTEN BIKIN WARNA MAKANAN JADI KUNING Rumah dan resto biasa pakai lampu tungsten karena cahayanya hangat. Masalahnya, cahaya hangat ini sering bikin warna makanan bergeser jadi kuning atau oranye di kamera. Akibatnya, makanan yang sebenarnya segar bisa terlihat kurang menarik di layar. Cara paling gampang mengatasinya adalah dengan atur white balance manual di kamera, bukan mengandalkan mode auto. Masalah serupa juga muncul kalau kamu mencampur beberapa sumber cahaya dengan suhu warna berbeda dalam satu frame. Selain itu, usahakan pakai satu jenis sumber cahaya dominan supaya warna makanan tetap konsisten. CARA DIFFUSE CAHAYA SUPAYA NGGAK ADA SHADOW KERAS Cahaya langsung dari lampu atau matahari sering menghasilkan shadow yang keras di sekitar makanan. Shadow seperti ini bikin detail tekstur makanan jadi hilang, padahal detail itu yang bikin video terlihat menggugah selera. Selembar kain putih tipis atau diffuser murah sudah cukup buat melembutkan cahaya keras ini. Selain itu, letakkan diffuser di antara sumber cahaya dan makanan, lalu perhatikan bagaimana shadow jadi lebih lembut dan merata. Kalau nggak punya diffuser khusus, kertas kalkir atau kain tile putih juga bisa jadi alternatif murah. Sementara itu, softbox portable juga jadi pilihan bagus kalau kamu sering syuting konten makanan secara rutin. TEKNIK BACKLIGHT UNTUK HIGHLIGHT TEKSTUR DAN UAP MAKANAN Backlight artinya kamu menempatkan sumber cahaya di belakang makanan, mengarah ke kamera. Teknik ini efektif banget buat highlight uap panas dari makanan atau minuman, seperti kopi atau sup. Selain uap, backlight juga menonjolkan tekstur permukaan, seperti kerak roti atau gula karamel yang mengilap. Namun, backlight butuh kontrol tambahan di bagian depan makanan, supaya detailnya tidak tenggelam jadi siluet. Untuk mengimbangi siluet, tambahkan reflector putih atau perak di bagian depan makanan. Reflector ini memantulkan sebagian cahaya backlight supaya bagian depan makanan tetap terlihat jelas. CARA MENGATUR PENCAHAYAAN VIDEO MAKANAN SESUAI LOKASI SYUTING Setiap lokasi syuting punya tantangan pencahayaan yang berbeda. Kalau kamu syuting di resto dengan jendela besar, manfaatkan natural light sebagai sumber utama. Kalau lokasinya minim cahaya, siapkan LED panel portable dan diffuser sebagai cadangan. Selain itu, setelah syuting, kamu juga bisa koreksi warna lewat color grading video supaya hasilnya lebih konsisten. Tim TDR FILMS sendiri selalu bawa kombinasi LED panel dan diffuser portable ke setiap lokasi syuting F&B. Kamu bisa pakai kombinasi ini baik untuk resto dengan jendela besar maupun ruang indoor yang gelap. Dengan demikian, cara mengatur pencahayaan video makanan yang tepat soal menyesuaikan diri dengan kondisi lokasi. Bukan soal alat paling mahal. Resto atau cafe kamu butuh video makanan dengan pencahayaan yang bikin makanan terlihat menggugah selera? Tim TDR FILMS siap bantu dari setup lighting sampai hasil akhir. Get in touch →

Lensa kamera untuk video makanan - TDR FILMS

CARA MEMILIH LENSA UNTUK VIDEO MAKANAN

Oleh Yudi Suarbawa / 4 Minutes Read Tim TDR FILMS selalu memilih lensa untuk video makanan berdasarkan kebutuhan shot, bukan harga termahal. Banyak pemilik resto mengira kamera bagus saja sudah cukup. Padahal, lensa yang tepat menentukan apakah video makanan terlihat menggugah selera atau datar. Artikel ini membahas cara memilih lensa untuk video makanan, dari aperture sampai focal length. Tim kami mendasarkan semua tips ini pada pengalaman syuting konten kuliner langsung di lapangan. PAHAMI DULU: APA YANG MEMBUAT LENSA COCOK UNTUK VIDEO MAKANAN Lensa untuk video makanan punya tiga faktor utama: aperture, focal length, dan jarak fokus minimum. Ketiganya menentukan seberapa dekat kamu bisa ambil detail makanan, dan seberapa blur background di belakangnya. Aperture lebar, misalnya f/1.8 atau f/2.8, menghasilkan background blur yang creamy. Artinya, makanan otomatis jadi fokus utama di dalam frame. Sementara itu, focal length menentukan sudut pandang. Lensa wide cocok untuk suasana resto, sementara lensa standar atau tele cocok untuk close-up piring. Selain itu, jarak fokus minimum juga penting untuk detail tekstur. Contohnya keju yang meleleh, atau uap panas dari makanan panas. Semakin pendek jarak fokus minimum, semakin dekat kamu bisa ambil gambar tanpa blur. Canon menjelaskan teknik ini lebih detail dalam panduan shooting video makanan mereka. LENSA PRIME VS LENSA ZOOM: MANA YANG LEBIH PAS UNTUK KONTEN KULINER Lensa prime, atau focal length tetap, biasanya punya aperture lebih lebar dibanding lensa zoom. Artinya, lensa prime lebih unggul untuk bokeh dan kondisi minim cahaya di dalam resto. Namun, lensa zoom tetap punya kelebihan tersendiri. Satu lensa zoom bisa mencakup banyak angle tanpa harus gonta-ganti lensa saat syuting. Untuk pemula, lensa prime 35mm atau 50mm sering jadi pilihan utama. Keduanya cukup fleksibel untuk establishing shot maupun close-up. Untuk stabilitas tambahan saat pakai lensa berat, kombinasikan dengan gimbal yang tepat supaya hasil tetap halus. Sementara itu, videografer yang sering syuting sendirian tanpa asisten biasanya lebih nyaman pakai zoom. Mereka bisa ganti framing dengan cepat tanpa harus turun dari posisi kamera. KENAPA APERTURE LEBAR PENTING UNTUK BOKEH YANG CREAMY Aperture lebar membuka lebih banyak cahaya masuk ke sensor kamera. Efek sampingnya, depth of field jadi sempit dan background otomatis blur. Artinya, mata penonton langsung tertuju ke piring, bukan ke meja atau dekorasi di belakangnya. Namun, aperture terlalu lebar juga punya risiko tersendiri. Kalau kamu pakai f/1.4 terlalu dekat, bagian makanan yang penting justru bisa ikut blur. Oleh karena itu, banyak videografer kuliner memilih aperture di kisaran f/2.8 sampai f/4. Rentang ini memberi hasil yang lebih konsisten tajam, baik untuk hero shot maupun video menu lengkap. LENSA MACRO UNTUK DETAIL TEKSTUR DAN UAP MAKANAN Jarak fokus sangat dekat jadi ciri khas desain lensa macro. Lensa ini pas untuk detail seperti keju yang meleleh, saus yang mengalir, atau uap panas dari kopi. Shot macro seperti ini sering jadi bagian paling menarik di video promosi makanan. Detailnya bikin penonton seolah bisa mencium aromanya langsung dari layar. Meski begitu, kamu tidak wajib punya lensa macro sejak awal. Banyak lensa standar modern sudah punya kemampuan close-up yang cukup baik untuk pemula. Kalau budget terbatas, mulai dulu dari lensa yang sudah kamu punya. Selain itu, Tim TDR FILMS sendiri baru menambah lensa macro setelah benar-benar butuh detail ekstra di proyek klien F&B. FOCAL LENGTH: PILIH SESUAI JENIS SHOT YANG DIBUTUHKAN Setiap focal length punya karakter yang berbeda. Untuk suasana resto secara keseluruhan, pakai lensa wide di kisaran 16-24mm. Sementara itu, lensa standar di kisaran 35-50mm jadi pilihan paling serbaguna. Kamu bisa pakai lensa ini untuk interview chef, proses memasak, sampai hero shot makanan. Selain itu, lensa tele di atas 85mm berguna untuk close-up dari jarak jauh. Teknik ini cocok kalau kamu tidak mau kamera terlalu dekat dengan dapur yang sibuk. Akibatnya, kombinasi dua sampai tiga focal length berbeda biasanya sudah cukup untuk satu sesi syuting. Dengan demikian, kamu tidak perlu bawa seluruh koleksi lensa ke lokasi. CARA MEMILIH LENSA UNTUK VIDEO MAKANAN SESUAI BUDGET DAN KEBUTUHAN Sebelum membeli, tentukan dulu jenis konten yang paling sering kamu buat. Kalau fokusnya konten media sosial sehari-hari, satu lensa standar serbaguna sudah cukup. Kalau kamu mulai syuting untuk klien atau butuh detail premium, pertimbangkan tambahan lensa macro atau aperture lebar. Sebaliknya, jangan terburu-buru beli lensa mahal sebelum paham gaya syuting sendiri. Banyak videografer pemula menyesal beli lensa yang jarang mereka pakai. Kalau kamu juga baru memilih kamera untuk pemula, baca dulu panduan lengkapnya di artikel lain kami. Dengan demikian, cara memilih lensa untuk video makanan sebenarnya soal kebutuhan nyata di lapangan, bukan soal spesifikasi di atas kertas. Punya resto atau cafe dan butuh video makanan yang benar-benar menggugah selera? Tim TDR FILMS siap bantu dari konsep sampai hasil akhir, lengkap dengan gear dan kru profesional. Get in touch →

TDR FILMS crew at The MarTech Summit Jakarta (2024)

WHY EVENT VIDEOS HELP YOU BOOK MORE ATTENDEES NEXT YEAR

Looking for an event videographer in Jakarta usually starts the same way. A conference, product launch, or corporate summit is booked, the venue is confirmed, and somewhere in the final weeks of planning, someone asks whether the event should be filmed. TDR FILMS is one of the most experienced event videographer teams working across Jakarta and Bali, and this question comes up in nearly every conversation we have with event organisers, whether the event is a 50-person launch or a 2,000-person industry summit.

cara membuat shot list — panduan praproduksi TDR FILMS

CARA MEMBUAT SHOT LIST YANG EFEKTIF SEBELUM SHOOTING

Tim TDR FILMS selalu membuat shot list sebelum hari shooting apa pun, sekecil apa pun proyeknya. Cara membuat shot list yang efektif adalah salah satu kebiasaan paling sederhana. Tapi dampaknya besar untuk hasil akhir video. Tanpa shot list, kru harus sering berdiskusi dadakan di lokasi. Keputusan mendadak seperti ini memakan waktu. Produksi jadi lambat, dan detail penting bisa terlewat.

Syuting audio video makanan di dapur resto yang ramai - TDR FILMS

Cara Rekam Audio Bersih untuk Video Makanan di Resto yang Ramai

Oleh Yudi Suarbawa / 3 Minutes Read Tim TDR FILMS tahu persis audio video makanan yang bersih bikin konten keliatan jauh lebih profesional. Masalahnya, resto dan kafe yang rame sering penuh suara piring, obrolan, dan musik latar. Noise kayak gini gampang ngerusak hasil syuting walau visualnya udah bagus. Kami bahas cara jaga audio video makanan tetap bersih meski resto penuh pengunjung. Kamu nggak perlu studio kedap suara, cukup trik simpel yang bisa langsung kamu praktikkan di lokasi. Yuk mulai dari langkah paling dasar, kenali dulu sumber noise-nya. KENALI SUMBER NOISE DI RESTO SEBELUM SYUTING VIDEO MAKANAN Dapur yang sibuk, AC, dan meja dekat jalan raya biasanya jadi sumber noise paling besar. Datang lebih awal dan dengarkan ruangan sebelum mulai pasang kamera dan mic. Catat jam-jam sepi pengunjung, biasanya pagi atau menjelang tutup, buat sesi syuting utama. Kami selalu cek dulu titik mana yang paling tenang sebelum nentuin posisi talent. Informasi ini bikin kita bisa atur strategi rekam audio dari awal, bukan pas sudah telat. DIY Video Studio juga punya tips rekam di ruangan berisik yang sejalan sama cara ini. PILIH MIC YANG PALING COCOK UNTUK LOKASI RAMAI Lavalier mic cocok buat wawancara chef atau pemilik resto karena nempel dekat sumber suara. Shotgun mic lebih pas buat rekam suara proses masak dari jarak agak jauh. Mic bawaan kamera atau HP biasanya kurang kuat nangkep suara detail di ruangan ramai. Kami rekomendasiin bawa dua jenis mic sekaligus biar ada cadangan kalau satu nggak optimal. Windscreen kecil juga membantu redam suara AC atau kipas yang nyala terus. ATUR JARAK DAN ARAH MIC KE SUMBER SUARA Jarak ideal lavalier sekitar lima belas sampai dua puluh sentimeter dari mulut talent. Arahkan shotgun mic langsung ke sumber suara, jangan ke arah meja tetangga yang ramai. Sudut mic yang salah bikin suara obrolan meja lain malah lebih keras dari talent utama. Kami biasa tes rekaman pendek dulu sebelum take panjang, buat cek level dan arah mic. Selain itu, hindari mic terlalu dekat speaker musik resto biar nggak pecah suaranya. REKAM AMBIENT SOUND TERPISAH SEBAGAI BACKUP Ambient sound resto, kayak suara piring dan obrolan samar, berguna buat b-roll dan transisi. Rekam ambient sound terpisah jadi jaring pengaman kalau audio video makanan utama rusak. Simpan file ambient terpisah dari dialog utama, biar proses mixing di tahap edit jadi gampang. Kami selalu kasih label jelas di tiap file biar nggak ketuker pas masuk timeline. Backup ini juga berguna kalau ternyata audio utama kena noise yang nggak kedengaran pas syuting. PAKAI VOICE OVER KALAU AUDIO LOKASI TETAP BERISIK Kadang resto terlalu ramai dan nggak ada cara buat dapet audio lokasi yang bersih. Voice over jadi solusi, rekam narasi di tempat tenang lalu tempel ke visual resto. Cara ini sering muncul di video review makanan atau konten edukasi resep. Kami kombinasikan voice over dengan sedikit ambient asli biar suasana resto tetap kerasa. Teknik ini juga ngebantu kalau talent kurang nyaman ngomong langsung di depan kamera. CARA MEMASTIKAN AUDIO VIDEO MAKANAN TETAP JERNIH DI RESTO RAMAI Audio video makanan yang jernih bikin penonton betah nonton sampai akhir. Kombinasi lokasi yang tepat, mic yang pas, dan backup ambient biasanya cukup buat hasil maksimal. Meski begitu, voice over tetap jadi opsi aman kalau kondisi lokasi di luar kendali. Kami sarankan latihan dengerin audio lewat headphone langsung di lokasi, bukan cuma lewat speaker HP. Sebelum syuting, cek juga shot list yang efektif biar sesi rekam audio dan visual tetap sinkron. Kalau butuh bantuan profesional, Tim TDR FILMS siap bantu produksi video makanan dengan audio yang rapi. Get in touch →

hotel video production Bali — TDR FILMS Wyndham Garden Kuta

HOW WE HELPED A BALI HOTEL INCREASE DIRECT BOOKINGS WITH ONE FILM

Hotel video production Bali has become one of the most competitive investments a property can make, and one of the most misunderstood. Most hotels commission a video because their marketing manager said they needed one, or because a competitor had one that looked good. Very few commission a film with a specific business objective in mind. That difference is everything.